Sejarah

SEJARAH SATUAN KODIM 1626/BANGLI

 

1.. Latar Belakang Pembentukan.

Usaha pembentukan Satuan Teritorial di Kabupaten Bangli dilaksanakan semenjak tahun 1954, dimana pada tahun tersebut di Bangli sering terjadi pembunuhan, perampokan, pembrontakan yang sifatnya mengancam stabilitas kemanan (masyarakat) yang dilakukan oleh gerombolan. Karena sering kekacauan di Kabupaten Bangli maka dikirimkanlah Tentara dari Denpasar yang disebut PDM 261 untuk mengamankan dan melaksanakan Binter diwilayah Kabupaten Bangli dibawah pimpinan Lettu Ida Bgs. Tantra alias Pak Poleng.

 

Dengan masuknya Tentara dari Denpasar (PDM 261) dan dengan adanya kegiatan Teritorial maka keadaan keamanan di Bangli semakin membaik dan masyarakat menyadari arti pentingnya kehadiran ABRI (Koter) di Bangli serta perlunya kerja sama antara ABRI dan masyarakat untuk memelihara keamanan (KTR).

 

2. Pemrakarsa.

Kemudian pada tahun itu juga sesuai dengan perkembangan PDM 261 dirubah menjadi BODM 2612 Bangli dibawah pimpinan Sertu Warijo dengan 5 orang anggota dibawah kendali dari Denpasar, anggota tersebut yaitu :

1. Sertu Warijo (Dan BODM)

2. Pratu I Wayan Nyepek (Anggota

3. Pratu I Wayan Mawa (Anggota )

4. Pratu Ida Bgs. Pugeg (Anggota)

5. Pratu I Wayan Mondel (Anggota )

 

Selama berdirinya BODM 2612 Bangli terjadi pergantian pimpinan yaitu: 

Pada tahun 1956 Sertu Warijo digantikan oleh Sersan Kepala I Gusti Oka Sudiawan dan tahun 1959 Serka I Gusti Oka Sudiawan diganti oleh Serma Ketut Tantra. Pada waktu itu kendali tetap dari Denpasar, akan tetapi pengendalian pengalami kesulitan disebabkan karena luas dan berkembangnya daerah.

 

Maka pada tahun 1962 pengendalian Komando diserahkan kepada Kodim 1624 Klungkung yang ada pada waktu itu Dandimnya dijabat oleh Mayor Joko Suprapto sekaligus Personil yang ada ditambah yang ada dari Personil Kodim Klungkung. Pada saat itu pula BODM 1626 Bangli diganti/dirubah menjadi BUTERPRA 1626 berkedudukan di Bangli yang dipimpin oleh Peltu I Md. Mudra.

 

3. Proses Pembentukan.

Melihat luas daerah tanggung jawab di Kabupaten Bangli yang terdiri dari 4 Kecamatan dan dalam rangka pemerataan unsur-unsur BUTERPRA di daerah maka dibantulah BUTERPRA 1626 di Kintamani dan ditugaskan Pelda Tatwas untuk memimpin BUTERPRA 1626 tersebut pada tahun 1969, untuk melaksanakan pembinaan Teritorial di daerah Kecamatan Kintamani.

 

Kemudian atas pertimbangan dari Komando Atas dan makin pesatnya perkembangan pada masyarakat, maka pada tahun 1971 Komando pengendalian dialihkan dari Kodim 1624 Klungkung kepada Kodim 1616/Gianyar yang pada waktu itu Dandimnya dijabat oleh Mayor Tomo dan sekaligus BUTERPRA (Bintara Urusan Teritorial Perlawanan Rakyat) 1626/Bangli dirubah / diganti menjadi PUTERPRA 1626/Bangli (Perwira Urusan Teritorial Perlawanan Rakyat 1626/Bangli ). Pada tahun itu juga dibentuk PUTERPRA 1626/Bangli di kecamatan Tembuku pimpinannya Serma Nyoman Kandra, dan PUTERPRA 1626/Bangli di Kecamatan Susut dengan pimpinan Serma Gino, yang dibentuk / diresmikan menjelang Pemilu 1971, maka diwilayah Kabupaten Bangli yang terdiri dari empat kecamatan pada tahun 1971 lengkaplah Koter (PUTERPRA) masing-masing :

1. PUTERPRA 1626 di Kecamatan Bangli tahun 1954

2. PUTERPRA 1626 di Kecamatan Kintamani tahun 1969

3. PUTERPRA 1626 di Kecamatan Tembuku tahun 1971

4. PUTERPRA 1626 di Kecamatan Susut tahun 1971

Pusat Kodal pada tahun tersebut masih berada pada Kodim 1616/Gianyar setelah itu pimpinan Komando Atas mengambil langkah-langkah penyempurnaan dimana atas dasar keadaan daerah, luasnya daerah tanggung jawab dari Kodim 1626/Gianyar dan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Binter di daerah, maka dikeluarkalah Surat Keputusan Pangdam XVI/Udayana dengan Nomor: Skep/17/11/1980, tanggal 17 Pebruari 1980 tentang Pembentukan Kodim 1626/Bangli, dan ditunjuk Letkol Inf Agus Soedarso NRP 361363 sebagai Dandim 1626/Bangli berdasarkan Sprin Pangdam Nomor : Sprin/278/11/1980 tanggal 19 Maret 1980 TMT. 1-4-1980.

 

Kemudian disusul dengan Surat Telegram Pangdam XVI./Udayana Nomor : ST/356/1980 tanggal 21 Agustus 1980 tentang pengesahan berdirinya Kodim baru didaerah hukum tanggung jawab Korem 163/Wirasatya dengan adanya surat pengesahan tersebut maka Korem 163/Wirasatya mengeluarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/197/IX/1980 tanggal 8 September 1980 tentang penunjukan Letkol Inf Agus Soedarso NRP 361363 sebagai Dandim 1626/Bangli dan Surat Perintah Danrem 163/Wirasatya Nomor: Sprin/201/IX/ 1980 tanggal 17 September 1980 tentang serah terima tanggung jawab pembinaan keamanan daerah Bangli dari Dandim 1616/Gianyar kepada Dandim 1626/Bangli

 

4. Kondisi Awal.

Penyerahan Wilayah Kabupaten Bangli dari Dandim 1616/Gianyar kepada Dandim 1626/Bangli dilaksanakan pada tanggal 19 September 1980 di Makodim 1616/Gianyar dan sekaligus menerima Personel sebanyak 20 orang maka resmilah Kodim 1626/Bangli berdiri pada tanggal 19 September 1980 dengan daerah tanggung jawabnya meliputi wilayah Kabupaten masing Bangli serta membawahi 4 Koramil masing :

1. Koramil 1626-01 di Kecamatan Bangli

2. Koramil 1626-02 di Kecamatan Susut

3. Koramil 1626-03 di Kecamatan Tembuku

4. Koramil 1626-04 di Kecamatan Kintamani



Bagaimana menurut pendapat Anda tentang Website Kodim 1626/Bangli?